“Katanya kalau kita makan cokelat
ini di depan orang yang kita suka, orang itu bakalan suka sama kita!” Terdengar
hiruk pikuk yang berasal dari meja di pojok kanan kelasnya. Ayu melirik pusat
keramaian itu dan mendapati kepala Adin menyembul dari balik kerumunan itu. Ayu
menggeleng tidak percaya. Lagi-lagi Adin menyebarkan menjual dagangannya dengan
janji-janji palsu. Geli sekali mendengar janji yang diteriakkannya, diantara
tidak masuk di akal dan terdengar sangat ‘magical’.
Surya tiba-tiba datang dan duduk di bangku sebelahnya. Sepupuya itu terlihat sama tidak percayanya dengan Ayu dan memasang wajah geli campur mengejek. Wajar saja dia tidak percaya hal semacam ini, dia kan cowok. Ayu rasa Adin pun tidak kalah tidak percayanya dengan hal seperti ini.
"Sampai kapan sih si Adin mau menjual dagangannya dengan cara seperti ini? Mengerikan," komentarnya tanpa memandang Ayu.
Ayu hanya membenarkan jilbabnya kemudian tersenyum. "Kalau begitu kenapa tidak kau tegur? Kau kan wakil ketua OSIS, punya nama lah."
"Biarin lah, tunggu sampai dia kapok sendiri," Surya menggelengkan kepalanya kencang-kencang kemudian menyilangkan tangan di depan dada.
Tadi katanya sampai kapan? Sekarang disuruh tunggu sampai kapok, Ayu kembali tersenyum sambil membatin.
"Kenapa kau tidak ikut-ikutan bersama cewek-cewek labil di sana, Yu?"
"Karena bagiku Hari Kasih Sayang itu adalah setiap hari. Dan kasih sayang tidak perlu ditunjukkan dengan cokelat kan? Kasih sayang Tuhan pada kita bahkan bisa dilihat setiap detiknya. Tuhan memberikan udara, air, sinar matahari, kehidupan dan lain-lainnya setiap hari. Coba hitung betapa banyak kasih sayang yang diberikan Tuhan? Belum lagi kasih sayang Ibu yang selalu membangunkan kita di pagi hari dan menyiapkan makan. Bukankah itu lebih berharga daripada sebutir cokelat dan ucapan 'Aku Sayang Kamu'?"
Surya akhinya menengok ke arah Ayu.
"Aku bahkan bisa membagi kasih sayangku padamu dengan mengajarimu Fisika. Heh, sudah sampai mana tugasmu? Minggu depan dikumpulkan kan?"
"Yah, jangan mengingatkanku pada tugas itu dong. Malas ah."
"Hus, sepupuku ini. Aku malu melihatmu selalu dikerjai oleh Bu Indah karena tidak pernah mengerjakan tugas. Ayo cepat kerjakan!"
"Aaah, Ayuuu...!"
#FF2in1
#FF2in1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar