Minggu, 27 Juni 2010

Sahabatku, Eka dan Farida...

Sahabat…

Milad bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ketika hari milad para sahabat datang yang musti terlintas adalah,”waktuku tinggal sedikit, bagaimana jika dalam waktu dekat ini aku dipanggil oleh Allah dengan tidak membawa apa-apa?”. Memang jika mengingat kematian di hari milad itu tidak enak. Hanya merusak keindahan, kesenangan saja. Namun, kematian itu memang harus kita ingat setiap waktu, bukan hanya pada saat seseorang baru saja meninggal, atau ketika kita sedang berdoa saja. Karena kematianpun tidak akan datang di saat yang kita tahu. Dia mungkin saja datang saat kita sedang tidak mengingatnya. DI saat yang tidak disangka-sangka. Disaat kita belum siap. Astaghfirullah, sungguh merugi jika meninggal di saat kita belum siap.

Tapi, tidak ada yang melarang juga ketika kita ingin sedikit merayakan datangnya hari milad kita itu untuk mensyukuri betapa kita telah diberi hidup sampai saat ini. Disediakan waktu yang banyak oleh Allah untuk mempelajari hal-hal baru di dunia, diberi senang, teman, saudara yang banyak memberi kasih sayang kepada kita. Itulah yang harus kita rayakan saat milad datang, dengan cara mensyukurinya.

Sahabatku… Met Milad ya…

Semoga di sisa harimu bisa memberikan banyak pelajaran buatmu, bisa membuatmu semakin mengerti arti hidup yang telah diberikan Allah untukmu, semakin baik dalam mensyukuri pemberian-Nya, semakin menjadi anak yang Solehah, dan semoga kita bisa bertemu kembali di surga-Nya bersama-sama,.

Amin Amin Ya Rabbal Alamin

*Teruntuk sahabatku Nurul Eka yang baru saja berulang tahun 26 Juni lalu, serta Farida Cahya Kusuma 1 Juni lalu (maafkan ya sahabatku, hanya ini yang bisa kuberikan, maaf pula telat bilangnya).

Jumat, 25 Juni 2010

Menulislah!!!


Apa yang harus ku tulis ya?

Mentor ku berkata bahwa kita harus sering-sering menulis buku harian, atau catatan harian. Entah itu memang dalam berbentuk buku ataupun diketik di laptop, yang penting tulis apa yang ingin kau tulis. Karena, yang pertama, bisa meningkatkan imun tubuhmu. Belum tahu sih apa alasan medisnya. Yang kedua, bisa melatih ingatanmu. Biasanya, kalo aku pribadi nih, ketika kita merasakan suatu hal baik itu gembira ataupun sedih atau kagum, hanya pada saat itu saja. Sebentar lagi rasa itu akan menghilang. Dan hal-hal seperti itulah yang membuatmu dewasa dengan mengenal hal yang baru. Gembira karena hal ini, sedih karena hal itu, itulah yang membuatmu lebih dewasa. Tetapi ternyata kau melupakannya begitu saja, itu yang dinamakan merugi. Sudah diberikan saat yang bisa membuatmu menjadi lebih dewasa malah dilupakan. Makanya, jika kita adalah tipe orang yang mudah lupa, sering-seringlah menuliskan perasaanmu. Mungkin bisa meningkatkan daya ingatmu juga.

Makanya kenapa, Aya dari film “One Litre of Tears” disuruh menulis buku harian oleh dokternya. Selain sang dokter bisa melihat perkembangan atau penurunan dari Aya, itu juga bisa membuat otaknya berfungsi. Di otaknya tidak hanya tertera tulisan “aku akan mati sebentar lagi, waktuku tidak sedikit lagi” dan terus menyesalinya, tetapi dia bisa terlepas dari beban itu dan hidup seperti orang biasa. Ketika kita menulis kan berarti otak sedang memproses hal yang ingin diutarakan dan kata-kata yang tepat untuk mengutarakannya. Otak bekerja otomatis.

Aku pribadi terkadang merasa malas melanjutkan tulisanku karena susah menemukan hal yang ingin diutarakan. Akhirnya tulisanku berhenti begitu saja, menggantung. Tulisan yang dimaksud olehku adalah cerpen dan buku harian. Mereka berhenti dengan cerita yang menggantung begitu saja. Ketika aku berniat untuk melanjutkannya ternyata hal yang ingin aku ceritakan sudah terlupakan. Dan cerita itu tetap saja menggantung hingga sekarang. Ck ck ck…

Makanya, mulailah menulis sejak sekarang! Biasakan membawa catatan kecil, sehingga saat kau merasa bahagia, kagum, sedih, dll kau bisa langsung menuliskannya di buku tersebut. Kemudian ketika sudah memiliki waktu luang untuk menuliskan kronologis dan unek-unekmu tuliskanlah.