Minggu, 25 April 2010

Cerita lucu di kosan...

Pondok Annisa, sebuah kosan di dekat jalan raya sebrang Rumah Makan Suharti, Jatinangor. Kosanku yang ke-3, yang sekarang telah berganti pemilik dan berganti nama pula menjadi Pondok Aisyah (walaupun nama itu belum terpakai sampai sekararng).

Pondok Annisa, adalah kosan yang dahulunya sederhana saja, tetapi semenjak berganti pemilik menjadi agak mewah sedikit dengan banyak perubahan dan perombakan disana-sini. Pondok Annisa ini terdiri dari berbagai macam makhluk hidup, diantaranya yang bisa aku sebutkan: manusia, cicak, tikus, kodok, kecoa, dan kucing. Nah makhluk yang terakhir inilah yang akan aku bahas saat ini.

Sebenarnya ini cerita temanku, tetapi aku sudah kebelet pengen cerita tentang hal itu disini.

Mengenai kucing, yang namanya hewan pasti tidak memiliki akal. Dan mereka biasa buang pup dimana saja. Maaf, memang agak jorok, tapi hal itu menarik untuk diceritakan, hehe…

Kucing di Pondok Annisa itu lumayan banyak jika dibandingkan dengan kosan lain. Mungkin karena di kosan ini para penduduknya banyak yang menyukai kucing, jadi mereka merasa nyaman berada di situ. Mulai dari sang mama kucing yang sekarang telah memiliki 3 anak: item-putih, oren, telon, dulu ada kucing betina yang dinamai miew, terus ada juga kucing jantan yang namanya bebe, dan kucing terkecil namanya Pechul (red-diambil dari nama personil Super Junior, haha).

Banyak bukan? Nah itu lah yang membuat jengah sang penjaga kosan. Karena tidak adanya fasilitas tempat pembuangan air untuk kucing, kucing-kucing itu jadi buang air dimana saja. Setiap keluar kamar pasti ada (untung kamarku di atas, kucing-kucing itu hanya buang air dibawah). Terkadang bahkan setiap masuk kamar mandi ada pup kucing (kucingnya pintar buang air di kamar mandi, hanya saja mereka belum diajari cara mengguyur kloset dengan air).

Berdasarkan cerita temanku, saat itu temannya temanku itu sedang berkunjung ke kamar temanku. Dia menggunakan setelah kondangan yang rapi bersih: baju batik (kebetulan hari itu hari Jum’at), sandal yang mirip selop. “Riweuh banget pokoknya deh ngeliat dia,” kata temanku. Tiba-tiba saja saat dia keluar kamardan berjalan di bagian blok-bloknya temannya temanku ini berteriak, “aah, sepertinya aku menginjak sesuatu.”

“Rok kamu kali,” jawab temanku.

“Bukan, kelihatannya itu sesuatu yang lain,”

Dari kata-kata, ekspresi, dan nada bicaranya sudah ketahuan apa yang baru saja diinjaknya itu. Kami sangat menyesali hal itu, padahal dia pulang ke Bandung bukan ke kosan, jadi perjalanan masih jauh.

“Sudahlah, nanti dalam perjalanan pulang juga pasti hilang,” kata temanku.

“Tidak, baunya itu kan aku tidak tahan,” jawab temannya temanku. Sing sabar yo!!!

Di lain pihak, sang penjaga kosan kami yang sudah jengah dengan kelakuan kucing-kucing di kosan kami, membersihkan pup itu dengan sangat sabar, sabar yang aneh menurutku. Jadi ketika dia membersihkannya, dilakukannya sambil bernyanyi. Nyanyiannya tidak ada di rekaman manapun, tidak ada artis manapun yang menyanyikan lagu itu. Karena lagunya menggunakan bahasa sunda dan menceritakan tentang derita pup kucing. Saya translate saja ya:

“Aduh, pup kucing, gimana, gimana dong ini?”

Intinya, dia menggerutu sambil membersihkan sambil menyanyi. Aneh sekali. Niatnya tu apa sih? Menggerutu, membersihkan, atau menyanyi? Aduh ckckck…

Cerita lain lagi, tentang tema sekosanku, sebut saja E, yang kamarnya bersebelahan dengan temanku yang tadi.

Temanku ini baru saja membeli sandal jepit. Dan dia memamerkan sandal itu kepada teman-teman yang kamarnya dekat dengannya.

“Eh, gue cinta banget dah ma swallow ini,” sambil memamerkannya ke teman-temannya.

Tiba-tiba saja “JREK” sesuatu diinjak olehnya. Wajahnya langsung biru dan tidak bisa berkata-kata lagi (lebay).

“Gue nginjek SESUATUUU!!!”

Yah. Itulah akibat memamerkan sandal, hadiahnya langsung keluar dari bumi, wkwkwkkkk…

Semoga bisa diambil hikmahnya, hehehe..

(Aduh, tidak berhenti tertawa mengingatnya).

Selasa, 20 April 2010

Ketika Lelah Menerjang

Ketika lelah menerjang, ingatlah akan janji yang telah terucap, orang-orang yang akan dikecewakan, kemenangan yang menanti dan Allah SWT...

Jatinangor, 20 April 2010
pukul 14.05
by. Aisyah...