Jumat, 25 September 2009

Empat Karakter Manusia

Manusia di bumi ini memiliki berbagai karakter. Diantaranya ada empat karakter yang paling menonjol yang sering dimiliki:

1. Orang yang jika melihat banyaknya jenis barang hanya mau mengambil yang sekiranya baik dan cocok untuknya, tanpa ada keinginan pada sesuatu yang lain. Orang ini adalah yang sehat akalnya, piawai dalam menempatkan keinginan dan hasratnya, dan memiliki pandangan luas. Artinya ketika dia memutuskan sesuatu tidak hanya untuk kepentingan sesaat, tapi berjangka panjang. Itulah ciri orang yang proporsional dan membelanjakan uang atau membeli sesuatu itu harus betul-betul sesuai dengan kebutuhannya. Dia tidak berusaha mencari barang lain untuk menambah kebutuhan pokoknya. Intinya, dia merasa tidak ada kepentingan lain selain memnuhi hal yang paling penting dulu.

2. Orang yang mengambil apa yang dianggapnya baik untuk dirinya sendiri, dan mengira bahwa tidak ada seorangpun yang akan menyukainya. Orang seperti ini memiliki pandangan yang sempit dan akan menganggap remeh terhadap orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, dia akan merasa kesal dan marah terhadap orang lain, teruta jika orang lain itu melebihi ada yang dimilikinya. Dia ingin segala sesuatu yang menjadi miliknya itu adalah the best, dan orang lain itu di bawah kendalinya. Dalam hal apapun, dia ingin menang sendiri dan memiliki ego yang tinggi.

3. Orang yang menginginkan semua yang dilihatnya sehingga adakalanya dia menginginkan sesuatu yang sebetulnya tidak baik baginya namun dia memaksakannya. Dia juga gemar mencampuri urusan orang lain tanpa memikirkan dampaknya terlebih dahulu. Orang seperti ini termasuk orang yang serakah dan pemboros. Dia belum puas dan akan selalu penasaran jika apa yang dilihatnya itu belum dimiliki.

4. Orang yang jika melihat banyaknya jenis makanan dan barang menjadi ragu-ragu dan bingung. Lalu, dia tidak mampu menentukan apa yang diinginkannya atau apa yang diambilnya. Orang seperti itu akan terus menerus berada dalam kebingungan. Dia tidak memiliki pendirian dan senantiasa mengikuti pendapat orang lain. Dia selalu khawatir akan apa yang dipilhnya itu takut salah atau takut disalahkan orang lain. Dengan kata lain dia tidak memiliki percaya diri. Biasanya, orang seperti ini mudah diperdaya dan dibohongi orang lain.

Nah, termasuk karakter yang manakah kita? Jika kita menemukan bahwa karakter kita adalah yang kedua, ketiga, atau keempat, berusahalah untuk merubahnya menjadi karakter yang pertama. Karena karakter pertama itu dirasa lebih aman dan nyaman. Menjadi orang di karakter pertama itu indepen, tidak bergantung pada orang lain dan dapat menentukan apa yang baik bagi dirinya.
Mau mencoba untuk berubah?

Keep Fight, Hamasah!!!


dikutip dari La Tahzan for Modern Muslimah by Annisa Lathifah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar