Mengapa manusia begitu egois?
Kadang merasa dirinyalah yang paling benar. Tidak pernah mencoba merasakan orang lain sebagai dirinya, merasa berempati...
Benar, bukanlah sesuatu yang dapat manusia dapatkan sepenuhnya. Hanya Allah dan agamanya lah yang paling benar. Tidak ada Tuhan atau agama lain yang benar selain Allah dan Islam.
Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita salah. Tidak selalu pendapat kita benar. Kita bukan Tuhan, karena itu kita tidak bisa seenaknya menilai orang lain salah dan kita benar. Salah, khilaf, adalah sesuatu yang alami. Nabi Adam saja, manusia pertama yang diciptakan Allah dan diberi tempat tinggal di Surga, pernah berbuat salah. Apalagi kita? Yang dari lahir sudah di bumi. Lahir dari orang-orang yang pernah berbuat salah. Dan besar dengan orang-orang yang pernah berbuat salah. Tak ada orang yang suci, selalu melakukan hal yang benar. Rasulullahpun sangat takut berbuat salah dan berdosa, padahal beliau sudah dibersihkan dari segala yang kotor oleh Allah SWT.
Berbuat salah, adalah salah satu definisi dari manusia. Dan meminta maaf, adalah follow up-nya. Tentunya dengan bersungguh-sungguh, berusaha untuk tidak mengulanginya kembali. Taubatan Nasuha. Kita tidak hidup sendiri, ada jin, malaikat yang membisikkan godaan dan nasehatnya pada kita. Maka itu kita perlu menyeleksi, apakah bisikan yang kita dengar itu membawa dampak baik atau buruk untuk selanjutnya. Pikirkan dulu, apakah jika kita berbicara seperti ini, si anu bakalan sakit hati tidak. Apakah jika kita membawa dan menghilangkan ini, si anu marah tidak.
Pikirkan sebab-akibat apa yang akan kita lakukan, sehingga tidak menyesal di masa depan. Sudah untung kalau kita merasa menyesal, lebih parah lagi kalau kita tidak merasakan penyesalan padahal kita sudah melakukan kesalahan. Oke manusia bisa khilaf, khilaf untuk menyesal. Tapi, apakah dengan peringatan dan sikap semua orang yang memusuhi, kita akan tetap diam dan berpikir 'itu bukan kesalahan saya'? Sikap orang lain kepada kita, sama dengan apa yang kita lakukan kepadanya. We got all we give.
Akankah kita angkuh dan masih merasa paling benar? Carilah kembali imanmu kalau begitu, nampaknya iman sudah menjauh dari dirimu karena kau terlalu angkuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar