Rabu, 28 Januari 2009

Ke Rumah Sakit

Hari ini, Kamis, 29 February 2009 aku pergi mengantarkan adikku ke Rumah Sakit bersama Ibuku.

Sudah beberapa hari terakhir ini adikku mengeluh bahwa telinganya sakit, dipegang saja sakit, dari kemarin kami tidak sempat untuk mengantarkannya, baru hari ini sempatnya.

Sebenarnya kemarin sudah pergi ke rumah sakit, tahunya untuk pendaftarannya saja sudah mengantri minta ampun panjangnya, karena yakin bahwa antrian ini akan lama sekali, takutnya kesiangan dan adikku tidak bisa sekolah (dia kedapatan sekolah siang). Akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja, besok datang lebih pagi lagi untuk mengantri. Sampai di rumah seperti biasa aku mejeng kembali di depan laptopku tersayang, mencoba untuk internetan tapi tidak bisa nyambung akhirnya mengerjakan tugas design pamflet. Saking asyiknya, aku sampai lupa kalau akan mengantar adikku ke sekolah bersama ibuku sambil mengembalikan buku dan meminjam yang lain.

Peminjamannya payah, sudah beberapa kali aku ke sana menunggu Alive - The Final Evolution yang lengkap buku 1-9 atau paling tidak 1 dan 2nya dulu, tetapi di sana tidak ada!! Adanya hanya nomor 5, 7, 8, 9. Bagaimana pula! Ya sudahlah, karena aku suka sekali dengan komik serial ini aku bela-belain baca loncat-loncat seperti itu, yang penting bisa lihat kegagahan Taisuke Kanou. Aku pulang dan membaca dengan anteng...

Eh kelupaan, mau cerita saat-saat di RS barusan kok jadi nyeritain tentang kemarin?
Jadi tadi kami mengantri untuk dipanggil (sudah daftar), menunggunya lama sekali. Baru dimulai pemanggilannya bahkan sekitar jam 9an, padahal sudah mengantri dari jam 7 kurang tuh. Dasar Indonesia...

Setelah dipanggil (untunglah cepat), adikku mulai ditanya-tanyai oleh dokter cewek yang putih, cantik, dan bedaknya tebel banget dengan berbagai pertanyaan, kebanyakn sih Ibuku yang menjawab, soalnya adikku itu terlalu malu-malu orangnya )lebih tepatnya malu-maluin). Akhirnya dia diajak ke tempat dimana telinganya dibersihkan. Aku dan ibuku malah diusir suruh keluar karena tempatnya penuh. Sebenarnya tidak akan penuh jika para koas-koas yang sedang belajar itu tidak ngabring ikutan nonton. Padahal aku ingin melihat adikku, huuuh.

Setelah di bersihkan, ternyata ada potongan-potongan kapas di dalam telinganya! Astaghfirullah, mengerikan sekali! Padahal ibuku kalau membersihkan telinga adikku tidak pernah menggunakan cotton bath apalagi kapas, ibuku selalu menggunakan pembersih telinga dari kuningan. Aneh, hipotesanya sih kapas itu ada karena dokter yang dulu. Dulu adiku juga pernah merasakan sakit di telinga seperti ini, oleh Ibuku dibawa ke dokter spesialis (yang mahalnya wow), mungkin dia pakai kapas waktu membersihkan telinga adikkunya... Parah... Padahal spesialis...

Setelah membayar uang periksa dan obat kami makan lontong kari yang ada di dekat RS, dan mahalnya wow sekali. Dengan rasa yang tidak istimewa: keasinan, lontongnya keras, tidak sip emang itu menghargainya mahal sekali. 3 lontong kari + satu aqua botol dihargai 30ribu. Dengar? TIGA PULUH RIBU!!! Apa-apaan itu? Mengerikan sekali, 1 lontong kari yang tidak istimewa itu harganya sekitar sembilan ribu. Parah banget. Langsung kaget sampe nyesek. Emang-emang payah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar