
Teringat akan Tausiyah bagus yang diceritakan oleh salah seorang teman pada sebuah rapat koordinasi:
Ada seorang tukang becak yang beberapa saat lalu baru saja menerima seorang ibu-ibu sebagai pelanggan becaknya. Saat sudah beberapa lama menjalankan becaknya menuju tempat yang diminta oleh Ibu itu, becak tersebut berhenti.
"Bu, saya dipanggil. Saya rela Ibu tidak membayar saya, karena saya harus memenuhi panggilan itu," jawabnya dan kemudian Ibu itu turun dari becaknya. Ibu itu penasaran dan mengikuti sang tukang becak sampai ke tempat seseorang memanggilnya. Ternyata tempat itu adalah Mesjid. Dan yang memanggilnya adalah Allah SWT.
Ibu itu pun takjub dan kagum pada tukang becak itu. Karena Ibu itu adalah seorang yang berada, di kali selanjutnya beliau membelikan mobil untuk si tukang becak. Namun sang tukang becak menolak dan berkata bahwa yang diinginkannya bukanlah mobil melainkan naik haji. Akhirnya si Ibu itu me-Naik Haji-kan tukang becak itu dan membayarkan seluruh keperluannya di sana.
Hikmahnya, tidak ada yang salah jika kita menghentikan pekerjaan sepenting apapun yang sedang kita lakukan ketika kita mendengar panggilan Allah berupa Adzan. Karena sepenting apapun sesuatu yang kita lakukan masih lebih penting beribadah dan mencari Ridha Allah di dunia ini. Pekerjaan dan rezeki boleh saja hilang. Tapi kasih sayang dan simpati Allah tidak boleh hilang dari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar